Wednesday, August 5, 2015

Menjadi hujan

blog berhabukk *lap dengan kain basah. heh*


Ajari aku menggunakan pena...

untuk hari ini, dari persiapan yang benar-benar padu tapi hati selalu bertelingkah sampai ke detik-detik terakhir, kata mereka:

'kalau rasa berat hati, tak payah pergi'

Entah kenapa. Soothing.

'Jom breakfast! lepastu kita pergi-lah memana'

Orang-orang dewasa itu aneh...
Mereka bilang menyukai hujan?

Dengan muka excited melompat sebab akhirnya, jejak juga dekat kedai buku feveret setelah sekian lame tak pergi, kegawatan ekonomi diri sendiri bukan penyebab tak boleh cuci mata. haha! dan sebab plan pagi yang tak jadi. kakak pula cuti; apelagi...

'kaklong, try-lah baca buku ni. Walaupun syida tak bace lagi buku ni, tapi suka sangat author dia. Amru Khalid superb!' sambil menunjuk buku Ada Syurga di Rumahku. kaklong pula cepat-cepat tutup buku Cinta di Rumah Hassan Al-Banna yang sedang diselak-selak tadi.

'Syida dah ade buku tadi, nnt pinjam je-lah dkt rumah hehe' sambil buat muka duapuluh sen.

'Alaaa. Ni pun indon juga lah. nak cari yang pasal isteri-isteri tapi takde yang melayu ke?'

Sambil berkerut-kerut dahi mencari buku melayu yang sesuai..'hmm, suka fatimah syarha juga tapi err tajuk dia. haha. eh haah lah, tak der buku pasal isteri-isteri sangat. nak kena tulis satu ni' jawapan respons.

Sambil tergelak kaklong balas 'lepas kahwin nanti boleh-lah tulis.'

'Tengok syida beli apa' sambil sengih menunjuk buku Momentum Kebangkitan dan terus bercerita tentang Anis Matta.

'Uish, jangan layan benda parti-parti sangat lah. haha.'

'luls takpelahh, dia hebat kott. orang-orang hebat tulisan dia power.'

aku rasa.. kita tidak akan mengerti hujan
kecuali dengan menjadi hujan itu sendiri.

dan alkisah-nya sepanjang perjalanan balik
baru termenung tersedar memang bahan bacaan banyak dalam bahasa indonesia, movie best-best pun tengak indonesia punya, dan sentiasa merindui moment-moment di indonesia. Ah, rindu!

dan juga terus tersentap menyentap diri.
tentang rentang kehidupan. tentang masa depan. tentang karier. tentang menjadi wanita. tentang bagaimana, hari ini; aku bisa menjadi hujan?

bahawa ia akan turun,
dan ia tiduk peduli dengan banyak orang yang menyesali kehadirannya...


udah-udah lah wahai diri bercakap mahu mengubah sekitar dan dunia. sudah meningkatkah perubahan-mu?

tidak perlu menghabiskan pikiran dan hati kita 
untuk orang-orang yang tidak menyukai hati kita
lebih baik kita curahkan hati
untuk orang-orang yang menghargai keberadaan kita
untuk orang-orang yang mencintai kita dan menunggu kita!

meski jumlahnya.. mungkin tidak banyak...

karena sungguh, akan selalu ada orang yang tidak menyukaimu...



harini aku akan menjadi hujan.
biar aku jatuh di hatimu, dan kamu tidak bisa menghindarinya



atau mungkin,
menjadi salji?

ah, rindu lagi.


No comments:

Post a Comment